1.
PADJADJARAN CIMANDE :
a). Padjadjaran
: Nama
kerajaan Prabu Siliwangi di Kota Bogor yang ditaklukan Kerajaan Islam Banten
pada tahun 1579
b). Cimande : Nama
Daerah 20 Km dari kota Bogor, Tari Kolot Cimande, terletak di desa Lemah duhur,
kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor
Cimande
, nama kali yang di pergunakan untuk mandi dan wudhu oleh para santri di waktu
siang dan malam sehingga di sebut Cimande asal kata dari CAI IMAN ANU HADE
Keluarga
Besar Pdjadjaran Cimande berdiri pada tanggal 23 Februari 1962. Sehingga Bogor
menjadi pusat dari KBPC
2.
PENCAK SILAT
Pencak silat asla dari panca yang berarti lima indera dan
silat yang berarti silaturahmi. Jadi dapat diartikan pencak silat adalah
mengambil lima indera sebagai alat untuk membela diri dan mengambil hikmahnya
menjadi panca kaki, silaturahmi suatu pekerjaan yang suci
(Lima
Indera : Mata, Mulut, Telinga, hidung, Lidah, Serta Tangan dan Kaki yang di
butuhkan dan digunakan dalam ilmu Pencak Silat Cimande)
3.
PENCAK SILAT CIMANDE
Diciptakan
para ulama yang memiliki ilmu lahir bathin, yang lahir dari hasil istihoroh dan
istikomah, di ciptakan pada tahun 1835 oleh :
a. Embah Choer
b. Ayah Ursi
c. Eyang Atje
d. Ayah Otjud (embah haji Abdullah
somad). Meninggal setelah menjadi haji makamnya terletak di tari kolot Cimande
Kab. Bogor
4.
PERKEMBANGAN
Dikembangkan ke pelosok tanah Jawa
Oleh embah Khoer yang kini terkenal dengan Embah Khair pada tahun 1835.dan makanya
terletak di tanah Sareal Bogor. Murid utama Emabah Khair adalah Embah Dato.
Istilah Embah Dato ialah Ajudan terkemuka Embah Khair,yang makamnya di Bantar
Jati Kaum
5.
ALIRAN CIMANDE
Disamping
memberikan pelajaran-pelajaran bela diri juga memberikan pelajaran ilmu tubuh
manusia(panca indera)atau anatomi, juga pelajaran obat-obatan tradisional
sampai turun menurun ke anak, cucu, cicit, dan anak didiknya
6.
MOTTO KELUARGA BESAR PADJADJARAN
CIMANDE
BUDHI-BAKTI-SAKTI/ASIH-BUDHI-BAKTI-SAKTI
Yang bertujuan mencari keselamatan di dunia dan akhirat, dan
menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan.
7.
CARA MEMPELAJARI ILMU BELADIRI
CIMANDE
a. Dengan kemauan yang keras dan tanpa
terpaksa
b. Dengan kesadaran yang tinggi tanpa
di suruh
c. Dengan ketekunan, kesabaran dan
sanggup di tablig (di sumpah)menurut agama yang di anut
d. Di kecer yang terkenal peureuh
cimande
e. Bersedia membeli ilmu-ilmu yang
telah diajarkan dengan cara berpuasa
8.
SETELAH MEMPELAJARI ILMU BELADIRI
CIMANDE
a. Untuk disimpan, dipelihara, dan
diamalkanatau diajarkan
b. Bertujuan membela agama, bangsa,dan
Negara
c. Menyelamatkan diri di dunia dan
akhirat
d. Memelihara rasakesetiakawanan dan
toleransi kesatuan dan persatuan sesuai dengan sumpah perguruan yang telah
diajarkan
9.
TUJUAN MEMPELAJARI ILMU BELADIRI
CIMANDE
a. Mencari keselamatan dunia akhirat,
safaat dan barokah, kebahagian dan bathin
b. Bersilaturahmi mengembangkan ajaran
agama
c. Mendidik para pemuda-pemudi menjadi
kuat, sehat jasmani dan rohani
d. Menerapkan ajaran perguruan intisari
dan guru ratu waga(wong) , karo di gugu sing tauladan(biat)
e. Menanamkan tata tertib, disiplin,
kekeluargaan, saling asah saling asuh dan saling asih(gotong royong)
f. Menerapkan jurus-jurus, tidsk lepas
dari kaidah cimande yang mempunyai arti trersendiri sesuai dengan ajaran Al-
Qur’an dan sejarah para nenek moyang penyebar agama
10.
ARTI JURUS DAN GERAKAN
JURUS
a. Memukul
b. Mematahkan
c. Memegang,mengunci,menangkas anggota
tubuh
d. Mencakar,mencubit,menjambret dan
menonjok
e. Mencolek,menjitak,menyikut,menampar
GERAKAN / LANGKAH
a. Kuda sejajar
b. Kuda kaki kanan kiri
c. Kuda balik
d. Kuda menyerang
e. Kuda hindaran
f. Kuda opat likur
11.
KAIDAH GERAKAN DAN JURUS SENI
a. Perpaduan gerak dan seni
b. Penjiwaan
c. Penghayatan
d. Perwatakan
e. Pengisi jurus / gerakan
12.
PAKAIAN KODE ETIK DAN PREDIKAT
PAKAIAN
Berwarna
hitam yang mengandung arti pendekar berlambang Tanah memperlihatkan sifat
rendah hati dan mempunyai perasaan bahwa dirinya kotor dan banyak dosa sehingga
dalam kehidupan sehari-hari senantiasa menjalankan perintah-nya dan menjauhi
larangan-Nya.
IKAT
PINGGANG
Melambangkan
ikatan yang kuat bahwa seorang pesilat harus selalu siap siaga dalam menegakan
keadilan dan membela kebenaran agar terwujud nya persatuan dan kesatuan yang
berBhineka Tunggal Ika.
13.
PREDIKAT / TINGKAT SABUK
a. Selendang
Putih
Batas
penguasaan 1 s/d 5 jurus
b. Sabuk Kuning
Wira Putra
Batas penguasaan 1
s/d 10 jurus
c. Sabuk hijau
Wira Utama
Batas penguasaan
1 s/d 16 jurus
d. Sabuk Biru
Wira Utama /
Asisten Dua (ASDA)
Batas penguasaan
1 s/d 21 jurus
e. Sabuk Coklat
Satria Muda / Asisten Satu (ASTU)
Batas penguasaan 1 s/d 26 Jurus
f. Sabuk Hitam
Satria Utama/Pelatih utama (PELATU)
Batas Penguasaan 1 s/d 33 Jurus, termasuk
pepeudangan
g. Sabuk Merah Kecil
Pendekar Muda
Batas Penguasaan 1 s/d 33 Jurus, termasuk
pepeudangan,pakalah
h. Sabuk Merah Besar
Pendekar Utama
Batas Penguasaan 1 s/d 33 Jurus, termasuk
jurus lahir batin
14.
TATA TERTIB LATIHAN DAN KODE ETIK
PERGURUAN
a.
Apel
barisan penghormatan
b.
Berdoa
(sebelum dan sesudah)
c.
Pembacaan
sumpah perguruan
d.
Pemanasan
(warning-up)
e.
Latihan
inti
f.
Apel
penutup
15.
MATERI ASPEK PENGUASAAN
a.
Penguasaan
Jurus/gerakan
b.
Penyempurnaan
Jurus/pandangan
c.
Pemantapan
jurus/kaidah
d.
Pengebalan/kekebalan
jasmani
e.
Kegunaan
teknik dan taktik
16.
METHODE YANG DIAJARKAN DAN
DIKEMBANGKAN
a.
Jurus
(teori dan praktek)
b.
Seni
Budaya dan methode olah raga pencak silat
c.
Pengetahuan
umum dan pendidikan mental spiritual (pendidikan kerohanian)
d.
Ketahanan
fisik dan stamina
e.
Pengetahuan
pertandingan pencak silat
f.
Ujian
kenaikan tingkat
g.
Try
out/pertandingan keluar
17.
ORGANISASI IPSI (IKATAN PENCAK SILAT
INDONESIA)
Berdiri pada tanggal 18 Mei 1948 di
Solo, bersamaan dengan penyelenggaraan PON ke I pendirinya adalah
1.
Mr.
Maryun Sudiro Hadi Projo
2.
Jumali
Wongso Negoro
3.
Rahmad
Suronogoro
Pencak silat mulai di pertandingkan di tingkat Nasional pada
PON ke VII tahun 1972 berdomisili atau kedudukan di ibu kota Negara Jakarta dengan sepakat “Pengurus
Besar”
Ketua umum PB IPSI . H. EDI MARJUKI NALAPRAYA dan MAYJEN
PRABOWO SUBIANTO
1. IPSI yang kedudukan di provinsi di
sebut
PENGDA : Pengurus Daerah
2. IPSI yang kedudukan di Kabupaten dan
Kota Madya di sebut
PENGCAB : Pengurus Cabang
3. IPSI tingkat Kecamatan di sebut
Ranting, masing-masing ranting di
ketahui oleh ketua Rantingnya
Aspek yang di kembangkan
1. Mental spiritual
2. Bela diri
3. Seni Budaya
4. Olah Raga
18. ORGANISASI
PPSI(PERSATUAN PENCAK SILAT INDONESIA)
Aspek yang di kembangkan
1. Seni Budaya
2. Bela diri
19. KBPC (KELUARGA BESAR PADJADJARAN
CIMANDE)
Berdiri pada tanggal 23 Februari
1962
Guru Besar : K.H. Tubagus Mochamad
Djamhari
20. CABANG KUNINGAN
Didirikan
pada
tahun 1780 kampung cogreg bogor ada salah satu ulama yang bernma mbah khair
dengan istikharah ia mendapatkan ilham gerakan" silat nah kaerna gerakan2
silat trsbut lahir di dekat sungai cimande maka gerakn itu di namakan gerakan
cimande.
Lokasi
AWIRARANGAN,SERANG
Gg.CIMADE, Kuningan, Indonesia 45511
Tentang
PENCAK SILAT
Keterangan
RISALAH
SEJARAH
Keluarga
Besar Padjadjaran Cimande Kabupaten Kuningan merupakan bagian dari Keluarga
Besar Padjajaran Cimande ( KBPC ) Bogor yang mempunyai pusat di Jalan Eyang
Weri Gang. Cimande Awirarangan Kabupaten Kuningan.
Guru
Besar Padjaran Cimande adalah : Bpk. H. Tb. Mochammad Djamhari beliau juga
merupakan Sesepuh dari IPSI ( Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia ) atas
peran serta juga buah fikirannya maka Terciptalah Lambang IPSI yang sekarang
kita gunakan bersama yaitu gambar tangan menyilang atau Alif Lam.
Informasi
Umum
H.
Tubagus Mochammad Djamhari
saat
ini beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Pendekar Jawa Barat Beliau telah
melanglang buana menyebarkan Pencak Silat Cimande ke 7 negara.
karenanya
beliau dipercaya sebagai guru besar di Keluarga Besar Padjadjaran Cimande.
Pada
tahun 1962 sampai 1970 Beliau mendirikan Perguruan Pencak Silat yang bernama
Pusaka Cimande yang artinya Putra Sakabeh Karuhun dan waktu itu sudah mempunyai
20 cabang Pada tahun 1970 mengganti namanya menjadi KELUARGA BESAR PADJADJARAN
CIMANDE Dibawah pimpinan ketua umumnya : Kolonel Djalil Hanafiah (Danrem
Suryakencana 861 sampai dengan tahun 1980 Pada tahun 1980 sampai dengan 1988
ketua umum KBPC dipegang oleh Mayor Invantri H.M Idrur (Alm) Pada tahun 1988
ketua umumnya dipegang oleh Brigjen Otjoe Sapri (Alm) Sampai dengan sekarang
jumlah cabang KBPC lebih kurang 60 cabang tersebar diseluruh Indonesia dan luar
negeri.
Untuk
Cabang yang berada di luar negeri, yaitu :
1.
Singapura, 2 Cabang Yaitu : Yussen & Enos Street
2.
Belanda 5 Cabang : 1. Amsterdam 2. Horen 3. Ultrech 4. Hanglo 5. Groneghen
3.
Amerika, di Housten / Ohaiyo (Sarah Robertsen) dan Texas (Ali Naga Pracona)
Adapun
prestasi beliau di IPSI
1.
Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat yang diadakan di Jakarta Fair pada tahun 1973
2.
Juara 1 ORPESI (Olah Raga Pencak Silat) pada tahun 1973 yang pada waktu itu
pertamakalinya
diadakan kejuaraan pencak silat
3.
Dalam Kongres IPSI Nasional beliau ikut serta berperan aktif dalam menciptakan
lambang
IPSI
yang pada waktu itu itu IPSI diketuai oleh Bapak Cokropranolo, Beliau pada waktu
itu
ikut
serta sebagai duta silat dari Jawa Barat, yang pada waktu itu juga Perwakilan
dari Jawa
Barat
diikuti oleh : H. Suhari Sapafi, Sukeja teja sukmana, Drs. Saleh dan Tb Moch
Djamhari,
sehingga
beliau mendapatkan titel sebagai Guru Besar suatu penghargaan dari masyarakat
pencak
silat khususnya cimande dan IPSI pada umumnya.
dalam
hal penyebaran ajaran-ajarannya beliau sudah melanglang buana ke 7 negara yaitu
:
1.
Belanda
2.
Filipina
3.
Singapura
4.
Thailand
5.
Malaysia
6.
Brunei Darussalam
7.
Bahrain
Hingga
kini perguruan KBPC telah berhasil mencetak atlit-atlit yang berprestasi baik
di tingkat nasional maupun internasional, seperti :
1.
Elpina Rubban Raja (Juara Sea Games)
2.
Vivi Epita
3.
Lia Aisah
4.
Uke (Juara Nasional)
5.
Bambang Anthoni
6.
Ludi Haryadi
Perkembangan
Padjajaran Cimande di Kabupaten Kuningan
Abah
H. Moch Sobari alias Abah Erin bin Abah H. Ali Maida dari Banten yang mula-mula
memberi pelajaran Pencak Silat Cimande di Kabupaten Kuningan pada pertengahan
tahun 1917 di kampung Awirarangan Kec. Kuningan Kab. Kuningan yang sekarang
telah menjadi Kelurahan Awirarangan sedangkan aliran pencaknya masih di sebut
"CIMANDE".
Kemudian
datang lagi di Kab. Kuningan dari Bogor yaitu Abah Aen Marhaen pada pertengahan
tahun 1921 yang mengajarkan Pencak Silat Cimande.
Pada
pertengahan tahun 1923 Abah Uki datang juga dari Bogor ke Kuningan kemudian di
ikuti pula oleh Abah Bungsu pada pertengahan tahun 1935 yang datang dari Bogor
ke Kuningan.
mereka
mempunyai banyak murid yang menyebarluaskan aliran Pencak Silat Cimande ke sewilayah
Kuningan.
Murid
Abah H. Moch. Sobari alias Abah Erin yang terpenting ialah :
Abah
Raksa Waria Sumyuk
Abah
Bihi Wangsa Nangga
Tokoh
yang menyebarluaskan Pencak Silat Cimande di tiap-tiap daerah Desa, Kelurahan dan
Kecamatan yang terutama adalah :
Bapak
Kuwu Utar dari Desa Cibinuang
Bapak
Juru Tulis Moch Natsin dari Citangtu
Bapak
Juru Tulis Winata Ahim dari Winduhaji
Bapak
Sastra Atmaja dari Sindangsari
Bapak
Wangsa Jamil
Abah
Mari dari Jalaksana
Bapak
Emed
Bapak
Mustari
Bapak
Atma Lispan
Bapak
Ahmad
Bapak
Edi
Bapak
H. Amin
Bapak
Iban
Bapak
H. Madgani
Bapak
Wasdi
Setelah
Abah Raksa Waria Sumyuk meninggal pada tahun 1949 di teruskan oleh para
putranya yaitu :
Bapak
Arip atau Abah Arip
Bapak
E. Madrohim
Bapak
E. Madhari (Ayah)
Itulah
selayang pandang Pencak Silat Padjadjaran Cimande di Kabupaten Kuningan,Bahwa
BENAR adanya eksistensi Keluarga Besar Padjaran Cimande ( KBPC ) dan juga
Keluarga Besar Padjadjaran Cimande Kabupaten Kuningan tidaklah sedikit dalam
melestarikan juga menjaga nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa dalam hal ini
olahraga beladiri pencak silat.
keberadaan
Keluarga Besar Padjadjaran Cimande Kabupaten Kuningan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari Induknya yaitu Keluarga Besar Padjajaran Cimande ( KBPC )
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan karena Keluarga Besar
Padjadjaran Cimande Kabupaten Kuningan merupakan Cabang ke 58 dari Keluarga
Besar Padjajaran Cimande ( KBPC ).
Misi
SUMPAH
PERGURUAN
Dengan
Menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Kami Berjanji :
1.
Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.
Memelihara ajaran-ajaran perguruan dan mengembangkan
kebudayaan
asli Indonesia.
3.
Membina watak ksatria berwibawa dan bermoral
4.
Mempererat persatuan dan kesatuan, disiplin, tanggung
jawab
dan musyawarah
5.
Menjaga tata tertib dan keamanan
Budi...Bakti...Sakti...
Nama
: H. Tubagus Mochammad Djamhari
lahir
di Pandeglang Banten tanggal 08 Agustus 1937
Belajar
di cimande dari tahun 1951 - 1957
dengan
guru :
1.
Abah Sidik bin Enos (alm)
2.
Abah Boim (alm)
3.
Abah Ayub bin H. Abdul Rasyid (alm)
4.
Abah Obay (alm)
5.
Abah H. Gaos bin H. Idris (alm)
6.
Abah H. Lukman bin H. Idris (alm)
7.
Abah H. Komar (alm)
8.
Abah H. Acih Zarkasih (alm)
9.
Abah H. Holili bin Abah Sidik
JURUS-JURUS CIMANDE
CAB KUNINGAN
Sabuk
Putih/Dasar
1. Jurus Tunggal
2. Jurus Kembar
3. Jurus Tewak Pundak
Dedeg
4. Kelid Luar
5. Kelid Dalem
Sabuk
Kuning/Wira Putra
6. Seluk Luar
7. Seluk Dalam
8. Teke Peso
9. Teke Siku Luar
10. Teke Siku Dalam
Sabuk
Hijau/Wira Muda
11. Tewak Teunggeul
12. Teunggeul Dua
13. Orog
14. Sawuk Luar
15. Sawuk Handap
16. Kelid Bohong
Sabuk
Biru/Wira Utama(Asisten Pelatih I)
17. Bulang Baling Luar
18. Bulang Baling Dalam
19. Singgul Teunggeul
20. Kwitang Luhur
21. Kwitang Handap
Sabuk Coklat/Satria Muda(Asisten Pelatih II)
Dewan Pelatih Cabang (DPC)
22. Ketrek Teunggel,
Tewak Totog
23. Kelid Idem
24. Singgul Idem
25. Jangka Opat Lancar
26. Jangka Opat Rangkap
Sabuk
Hitam/Satria Utama(Pelatih)
Dewan
Pelatih Pusat (DPP)
27. Jangka Geblay lancer
28. Jangka Geblay Rangkep
29. Jangka Geblay Dhandap
30. Jangka Geblay Rangkep
31. Ibing Jalan Tengah
Lancar
32. Ibing Jalan Tengah
Rangkep
33. Ibing Jalan Tengah
Kunci
Sabuk
Merah Kecil/Pendekar Muda
Majelis
Pendekar (MP)
34. Bendung di Luhur
35. Sahbandar
36. Ibing Gunting
37. Ibing Sembah
38. Ibing Pager I
39. Ibing Pager II
Sabuk Merah Besar/Pendekar Utama
Guru Besar/Jurus Lahir Bathin
40. Ibing Babad Kangkung
41. Ibing Bandras
42. Ibing Jangka Opat
43. Igel Salancar dan
Eluk Paku
Sabuk
Putih/Sesepuh
44. Pengobatan
Tradisional dan Ilmu Lahir Bathin
Syarat
Utama yang beragama Islam akan memulai pepedangan hadiah ke :
1. Embah Abudin
2. Embah Ondang
Harus mempunyai Air Sembahyang
Jurus – jurus di atas
belum termasuk Pecahan Uraian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar